Team Spirit – The International merupakan pertandingan utama dalam kancah esports Dota 2. Acara yang telah hadir sejak 2011 ini kerap ditonton oleh jutaan penonton dengan hadiah yang fantastis.
Dan kini The International 2026 telah berakhir dimana Team Spirit memenangkan turnamen tersebut dan mengangkat Aegis untuk ke-3 kalinya. Seperti apa perjalanan tim dengan Carry terbaik di dunia ini?
Team Spirit Menangkan The International 2026
Perjalanan Team Spirit untuk memenangkan The International 2026 tidaklah mudah. Meskipun mereka memiliki performa yang solid pada group stage, Yatoro dkk harus terjun ke lower bracket saat melawan Team Vision di Upper Bracket Semifinal.
Team Spirit harus merangkak menuju final melalui lower bracket yang dimana jika mereka kalah, mereka akan menuju airport alias tereliminasi. Namun, di Lower Bracket inilah mereka bersinar.
Tim yang telah memenangkan TI sebanyak 2 kali ini menyapu bersih lower bracket melawan Team Liquid, BoomBoys, dan Team Yandex dengan skor masing-masing 2-0. Dan winstreak ini tidak berhenti disitu saja.
Pada Grand Final Game 1, Team Spirit masih sangat membara meskipun mereka telah bermain 2 game di lower bracket di hari yang sama melawan Yandex. Yatoro menyapu bersih pertandingan dengan Shadow Fiend. Tak hanya itu, Larl, Collapse, Rue, dan Not Me juga memberikan permainan yang bagus. Game pertama pun selesai dalam waktu sekitar 46 menit.
Namun sayangnya, Team Vision telah menganalisa permainan mereka di Game 2 dimana Team Spirit masih menggunakan Shadow Fiend sebagai Carry yang sayangnya dapat diincar oleh Vision. Tak hanya itu, Larl juga terlihat cukup kesusahan karena telah ditekan dengan permainan Vision yang mulai solid. Pertandingan game 2 berakhir dalam 64 menit dimana keduanya masih berusaha untuk menghajar lawannya.

Dan Spirit tidak mau kalah, mereka membalas kekalahan di Game 3 dengan menggunakan lineup yang sedikit berbeda dimana Yatoro mengambil Terrorblade dan Larl bermain dengan Nature Prophet. Inisiasi Axe dari Collapse membuktikan bahwa dirinya memang layak memenangkan 2 Aegis sebelumnya dan memposisikan diri sebagai salah satu Offlaner/Initiator terbaik Dota 2. Game berakhir dengan kemenangan Team Spirit dalam waktu 45 menit.
Meski kini keadaan berbalik, Team Vision juga ingin memenangkan Grand Final dan menyelesaikan kisah no[o]ne yang menjadi salah satu pemain favorit untuk memenangkan The International 2026. Permainannya menggunakan Sand King serta Noticed yang menggunakan Doom menjadi kombinasi yang bagus saat ganking dan membuat skor menjadi 2-2 dengan game berakhir hanya dalam 44 menit.
Game terakhir menjadi penentu keduanya dimana kedua tim memiliki tekad yang kuat untuk memenangkan pertandingan. Lineup masing-masing tim juga pada awalnya sangat solid, namun pada pick terakhir, Vision memutuskan mengambil Juggernaut yang membuat para penonton cukup kebingungan.
Dan benar saja, dengan lineup yang kurang konsisten ini, Vision harus menerima kekalahan. Namun kekalahan ini bukanlah pertandingan atau pembantaian satu sisi saja, mereka berhasil memberikan perlawanan yang cantik dengan membawa permainan mencapai 64 menit. Namun sayangnya, Vision harus kalah dan Team Spirit akhirnya memenangkan TI 2026.
Miposhka, Yatoro, dan Collapse Pegang Aegis 3 kali!

Team Spirit kini menjadi tim pertama yang berhasil memenangkan The International dan memegang Aegis sebanyak 3 kali. Dan menariknya lagi, Tim ini memenangkan Aegis dengan lineup yang tidak sepenuhnya sama dengan kemenangan pertama mereka.
Kemenangan ke-3 ini hanya menyisakan Miposhka, Yatoro, dan Collapse yang dari lineup pertama mereka dimana Miposhka sendiri menjadi Coach team tersebut. Hanya Yatoro dan Collapse lah 2 pemain yang berhasil memenangkan Aegis sebanyak 3 kali.
Anggota Team Spirit yaitu Larl saat ini memegang Aegis sebanyak 2 kali dimana dirinya juga ikut bermain pada The International 2023 bersama Spirit dan memenangkan Aegis di tahun tersebut. Dan untuk 2 pemain Spirit Rue dan Not Me, kemenangan ini merupakan kemenangan perdana mereka.
Kini, Team Spirit berhasil memenangkan The International 2026 dan telah membawa pulang hadiah sebesar 1,4 Juta US Dollar. Selamat kepada Yatoro dan kawan-kawan yang berhasil mengukir nama mereka kembali di Aegis.
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Berita atau artikel lainnya dari Javier Ferdano. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.